Satreskrim Polres Lebak Bekuk Pelaku Pembunuhan Di Sajira, Ini Motifnya

Satreskrim Polres Lebak Bekuk Pelaku Pembunuhan Di Sajira, Ini Motifnya

Reporter : Ading Sumardi I Editor : Aji Rosyad

LEBAK- Satuan Reserse Kriminal ( Reskrim) Polres Lebak menggelar press Conference Ungkap Kasus Tindak Pidana Pembunuhan atau pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia bertempat di Mapolres Lebak, 13 Juli, 2020.

Kapolres Lebak AKBP Teddy Rayendra,SIK,M.I.K melalui Kasat Reskrim Polres Lebak AKP Indik Rusmono,SIK,M.H menguraikan, kronologis kejadian tersebut berawal dari temuan mayat di Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak.

Tepatnya hari Sabtu 10 Juli 2021. Pihaknya mendapatkan laporan masyarakat adanya temuan mayat di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak.

“Kita evakuasi mayat tersebut dan dilakukan otopsi,”kata Indik.

Dari hasil otopsi menurut keterangan Dokter, ada bekas luka dibagian dada sebelah kanan diatas perut bekas senjata tajam yang mengakibatkan usus 12 jari putus menembus ke arah hati sedalam kurang lebih 12 cm, dari informasi tersebut kita langsung melakukan identifikasi dan langsung menemukan keluarga jenazah atau mayat tersebut. Kemudian kita melakukan interogasi dan kita menemukan diduga pelaku.” Lanjutnya

Untuk Korban bernama Jamingan , Usia 57 Tahun, Pekerjaan Petani dengan alamat di Desa Cisimeut Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak.

Berawal dari Informasi dari keluarga, kata Indik, korban terakhir keluar bersama tersangka berinisial S dan adanya kecurigaan keluarga korban kepada pelaku S kemudian kita melakukan penyelidikan dan mengarah.

Setelah itu anggota Satreskrim melakukan pengejaran karena pelaku sudah kabur dan berkeliaran di daerah Leuwidamar dan kita mendapatkan informasi pelaku berada di salah satu gubuk.

“Kita melakukan pencarian selama dua hari dan berhasil mengamankan pelaku, dan melakukan perlawanan kepada petugas, kami melakukan tindakan tegas secara terukur untuk melumpuhkan pelaku.” tegasnya

Motif pelaku kata Indik, pelaku memiliki hutang kepada korban dan Pelaku ingin menguasai uang korban karena korban sering membawa uang dan korban sering pergi bersama-sama pelaku main untuk mencari jodoh karena korban dan pelaku sama-sama berstatus Duda.

lanjutnya, barang bukti yang berhasil diamankan yaitu uang korban sebesar Rp 5.100.000,- yang merupakan sisa setelah digunakan pelaku dan Pisau Belati yang digunakan Pelaku dan baju-baju korban.

“Ancaman Pidana yang disangkakan kepada Pelaku/ tersangka yaitu Pasal 340 KUHP ancaman 20 tahun penjara atau pasal 338 KUHP ancaman 15 tahun penjara kemudian pasal 365 KUHP Ancaman hukuman mati atau seumur hidup,”katanya.