Preman Berkedok Debtcolektor Ambil Paksa Sepeda Motor Junaedi di Jalan

Preman Berkedok Debtcolektor Ambil Paksa Sepeda Motor Junaedi di Jalan

Reporter : Wahyu I Editor : Kusman

SERANG – Nahas yang di alami Junaedi dikepung oleh sekawanan Pereman Berkedok Debt Colektor, yang mengaku diperintah Krdit Plus perusahaan jasa keuangan (leasing) memaksa Junaedi menyerahkan satu unit kendaraan roda dua yang sedang di pakainya. Di jalan, tepatnya di kawasan Curug Kabupaten Tangerang Banten.

“Saat itu, saya bersama istri dan anak saya yang masih kecil di Parung Panjang kemudian di giring ke Kantor Cabang Kredit Plus di yang berada di kawasan Curug Kabupaten Tangerang pak, kami di paksa untuk menyerahkan motor kami,”kata Junaedi pada awak media. Senin, (2/8/2021).

“Mereka juga melakukan siasat dengan menipu kami agar kami ke Kantor Kredit Plus terlebih dahulu, pas di Kantor, ternyata kami di paksa menandatangi surat berita acara penyerahan kendaraan motor kami itu. Terpaksa saya bersama anak dan istri saya pulang kerumah menumpang kendaraan umum,” tandas Junaedi.

Lanjutnya, pihaknya bersama istri dan anaknya mengaku merasa ketakutan trautam ketika mengalami penghadangan yang dilakukan sekomplotan Debkolector yang mengaku utusan Kantor Kredit Plus itu.

“Kami niatnya mau belanja buat makan mertua kami. Namun, tiba- tiba mereka Debcolektor itu menghadang kami, dan kami masuk ke Kantor Polisi di sekitar Parung Panjang. Malah saya di datangi oleh delapan orang yang badannya gede-gede, sehingga saya dan istri ditambah anak saya yang kecil merasa ketakutan dan mereka mengancam kami,”ungkapnya

“Saya sudah berupaya untuk tidak ikut, tapi karena jumlah mereka lebih banyak jadinya saya nurut saja ketika saya digiring ke kawasan Curug Tangerang.
Kemudian saya diminta menyerahkan unit sepeda motor yang saya bawa. Dengan sangat terpaksa dan ketakutan saya serahkan di Kantor Leasing Kredit plus di curug ini.”ucap Junaedi.

Menanggapi hal tersebut, Kuasa Hukum Junaedi,dari Yayasan Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (YLKBH) Cakrabuana Perkasa Advokat Kusman menjelaskan, jika pihaknya akan segera melakukan upaya hukum agar unit sepeda motor tersebut dikembalikan kepada pemiliknya sesuai denngan peraturan yang berlaku di Wilayah Hukum Republik Indonesia.

Siapapun tidak berhak untuk merampas kendaraan tanpa perintah pengadilan. Saya akan melakukan tindakan hukum dengan meminta kembali Sepeda motor milik Junaedi, dan mengajukan penutupan jasa leasing yang masih menggunakan preman merampas dan menakuti Junaedi selaku klien kami,”tegas Kusman.

“Mereka sudah melakukan tindakan intimidasi dan menekan mental klien kami, sebagaimana hukum yang berlaku di Indonesia, tentunya kita akan melaporkan kepihak yang berwajib, sehingga mereka segera ditangkap oleh aparat penegak hukum dan tidak meresahkan masyarakat. Ditambah, ekonomi masyarakat saat ini tragis karena dampak Covid -19,”tegasnya.