Pengamat Budaya, Suryadi : Jum’at Barokah Terpuji, Harus Dikembangkan dan Terus Dikuatkan

Pengamat Budaya, Suryadi : Jum’at Barokah Terpuji, Harus Dikembangkan dan Terus Dikuatkan

Reporter : W. Suratman / Akmal Perkasa I Editor : Aji Rosyad

JAKARTA — Kemiskinan dan pemiskinan selalu ada di masa normal sekali pun. Maka, kebiasaan berbagi di masa normal seperti melalui program “Jumat Barokah” (JB) sangat terpuji dilanjutkan sampai kapan pun.

“Salah satu JB yang konsisten dilakukan itu oleh Polda Banten, dan di banyak daerah oleh Polri dan TNI. Ini penting dikembang-kuatkan di seluruh Tanah Air,” kata pengamat budaya, Suryadi, M.Si, Ahad (18/7/21) di Jakarta.

Sehingga, lanjutnya, hal serupa itu tidak sekadar menjadi dongeng di masa merebut kemerdekaan bahwa rakyat telah bahu-membahu dengan pejuang demi Indonesia Merdeka.

Saat ini, lanjutnya program semacam itu sudah bagus. Namun, mengingat patut diduga kemiskinan dan pemiskinan terus terjadi terlebih di masa sulit saat ini, maka patut pula terus dikembang- kuatkan.

Suryadi yang juga Ketu Dewan Pembina Pusat Studi Komunikasi Kepolisian (PUSKOMPOL) mengagumi semua pihak yang sudah sangat peduli dan konsisten menjalankan program JB.

“Saya berharap semua pihak penyelenggara, mendata sehingga dari kegiatan JB tidak hanya ?menjadi penghiburan bagi saudara-saudara kita yang patut dibantu, tapi juga memberi umpan balik kepada Pemerintah tentang kemiskinan itu masih terus bertumbuh,” kata Suryadi.

Dalam ajaran berbasis ajaran agama, lanjutnya, mereka yang mengalami kesusahan hidup adalah tanggungjawab “sesama saudara”.

Di lain sisi, negara bertanggungjawab atas mereka itu sebagaimana diatur dalam Pasal 34 (1) UDD 1945 yang bunyinya:
“Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara”

Jadi, imbau Suryadi, data yang didapat melalui beragam kegiatan sejenis JB dapat menjadi partner data secara kasuistis bahwa kemiskinan dengan berbagai level kuantitas dan kuantitas masih terus terjadi.

Ia mengimbau, kiranya semua pihak dari lembaga keagamaan dan sosial lainnya baik yang hidup di masyarakat maupun di lembaga-lembaga pemerintahan daerah negara meneruskan program serupa JB.

“Sangat terpuji itu, perlu dibangkitkan di kalangan mahasiswa dan pelajar agar mereka terdidik dan dapat mejadi contoh riil bagaimana kepedulian sosial dibangun,” imbau Suryadi.