MOI DPC Lebak Raih Penghargaan Pertama Seluruh MOI di Indonesia dari Ketua Harian DPP MOI

MOI DPC Lebak Raih Penghargaan Pertama Seluruh MOI di Indonesia dari Ketua Harian DPP MOI

Oleh : Perkasanusantara

Banten – Perkumpulan Media Online Indonesia (MOI) Provinsi Banten menerima dua cindramata penghargaan dari Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (Dewas BPJS) Kesehatan RI. Penyerahan dilakukan di Lokasi wisata MBS kecamatan curug kota serang banten.

Penghargaan yang di berikan Kepada DPP MOI banten ini, di berikan langsung oleh Siruaya Utamawan selaku dewan pengawas BPJS kesehatan RI juga sebagai ketua Harian DPP MOI Pusat Kepada Ketua DPW MOI Banten M. Gusti Rengga dan ketua DPC MOI lebak Aji Rosad. Penghargaan ini di berikan atas kinerja MOI Banten dalam mendukung Program BPJS kesehatan selama ini, sementara penghargaan yang diberikan kepada DPC Lebak karena selama ini DOC MOI Lebak semangat dan kreatif dalam memberikan ide-ide dan masukan untuk perkembangan MOI kedepan.

”Pelakat Penghargaan ini di berikan kepada Pengurus DPW PMOI banten dan Pengurus DPC MOI Lebak, Atas kinerja dalam upaya menyuarakan betapa pentingnya Jaminan kesehatan Nasional (JKN), semoga MOI Banten dapat terus bersinergi dengan dengan BPJS kesehatan dan masyarakat banten.” ungkap.

Ketua DPW MOI Banten, M. Gusti Rengga menyampaikan, Apresiasi kepada dewan pengawas kesehatan yang telah memberikan penghargaan. Menurutnya, ini bisa menjadi suatu acuan untuk penyemangat, kedepannya MOI Banten siap terus bersinergi dengan Dewan Pengawas BPJS kesehatan dan Masyarakat.

“Dalam menyuarakan pentingnya kesehatan dan pentingnya jaminan kesehatan, serta akan berkoordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait agar program dapat tercapai dengan optimal,” Tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPC MOI Lebak Aji Rosyad mengucapkan banyak terimakasih kepada MOI Banten dan pengurus MOI Lebak atas kekompakan, kebersamaan dalam perjuangan membawa Organisasi atau perkumpulan Media Online Indonesia di Lebak. Sehingga, kata Aji, MOI di Lebak sudah dikenal dikalangan pemerintahan maupun di masyarakat dalam waktu yang singkat.

“Alhamdulillah, terimakasih rekan-rekan pengurus MOI DPC Lebak yang terus kompak dan semangat. Terimakasih MOI Banten yang terus menyambangi kami dalam semangat. Terimkasih juga kepada seluruh DPC MOI se Provinsi Banten yang sudah mendukung kami dan menjaga komunikasi dengan baik,”kata Aji Rosyad disela-sela pemberian penghargaan oleh Ketua Harian.

Lanjut Aji, dirinya mengaku sangat bersyukur dan penuh kebanggaan atas pemberian penghargaan yang pertama kalinya oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Media Online Indonesia ke DPC Lebak. Menurutnya, ini adalah tantangan untuk DPC MOI khususnya DPC lebak agar terus mengibarkan semangat yang tinggi lagi kedepan.

“Penghargaan ini adalah sebuah penyemangat sekaligus tantangan bagi kami. Agar kami kedepan lebaih kompak semangat lagi dalam menjalankan roda organisasi yang lebih baik. Sekali lagi kami MOI DPC Lebak mengucapkan banyak terimkasih,”tuntasnya.

Berdasarkan pantauan, kegiatan berjalan dengan lancar, tertib dan menerapkan standar protokol kesehatan sesuai instruksi pemerintah guna percepatan penanganan covid-19 di provinsi banten.
Pada kesempatan itu pula, Siruaya memaparkan terkait penting media pemberitaan dimasa kini terlebih media berita online, karena dijaman serba digital ini masyarakat lebih memilih yang lebih praktis dalam satu genggaman. Tidak hanya itu, Siruaya sebagai ketua harian DPP MOI Pusat juga menegaskan, agar para jurnalis yang tergabung dalam perkumpulan perusahaan MOI bekerja dengan profesional, kritis dan konstruktif.

“Bekerjalah sesuai prosedur jangan karena mengharapkan sesuatu atau ingin mendapatkan apa apa, jika kita bekerja secara profesional maka semuanya akan mengikuti termasuk rezeki, hukum alamnya sudah begitu,” tegasnya.

Siruaya juga meminta, para jurnalis yang hadir dalam acara Kemah Jurnalis, agar turut pula menjadi garda terdepan dalam mengontrol segala program dan kebijakan yang digulirkan oleh pemerintah, khususnya BPJS Kesehatan. Karena menurutnya, praktek dilapangan banyak temuan-temuan dan laporan-laporan perihal BPJS kesehatan ini, terutama Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Misalnya, ada yang masih dipungut sejumlah biaya padahal pasien pemegang kartu BPJS, itu gak boleh karena sebetulnya itu bukan gratis tapi dibiayai oleh negara, kalau mereka (Puskesmas, klinik atau rumah sakit) tetap memungut biaya laporkan! dan mereka harus putus dulu kontrak dengan BPJS, mau tidak mereka?,” tanya nya.