Kesepakatan Tak Digubris Soal Polemik Pembangunan Pasar Darurat Desa Jungjang, Membuat Himppas Geram

Kesepakatan Tak Digubris Soal Polemik Pembangunan Pasar Darurat Desa Jungjang, Membuat Himppas Geram

Reporter : Hendra Gunawan I Editor : Kusman

Cirebon – Para pedagang pasar Desa Jungjang yang terhimpun dalam wadah Himpunan Pedagang Pasar (Himppas) Jungjang Arjawinangun geram. Pasalnya, polemik Revitalisasi Pembangunan Kios atau Los Pasar Desa Jungjang, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat hingga saat ini kesepakatan itu belum di gubris oleh Muspika.

Kesepakatan yang telah dibuat secara tertulis saat berkoordinasi di kantor Koramil Arjawinangun pada 28 juni 2020 lalu dengan menghasilkan terdapat 6 point kesepakatan. Namun hingga saat ini, pihak Pengembang PT. DUMIB dinilai tidak mengindahkan hasil kesepakatan tersebut dengan tetap melakukan kegiatan Pembangunan pasar darurat.

Untuk itu, atas apa yang telah dilakukan pihak PT. DUMIB membuat Himppas geram, sehingga pada Jum’at 9 juli 2021 pukul 14.00 Wib dilakukan audensi di Kantor Kecamatan Arjawinangun yang dihadiri oleh Plt. Camat Drs.H.Sutismo beserta staf Kecamatan dan kasi Sat Pol PP, Kapolsek Arjawinangun Kompol R. Nana Ruhiana, BPD Jungjang, Kepala Pengelola Pasar dan Perwakilan pedagang bersama Himppas, Projo serta Cakrabuana.

Namun pihaknya menyayangkan dalam Audensi kali ini, Kepala Desa Jungjang tidak hadir dengan alasan sedang sakit begitu juga dari pihak PT. DUMIB tidak hadir dalam Audensi tersebut.

Arief Rahman, perwakilan Himppas menyampaikan dengan tegas agar Camat Arjawinangun Drs. H. Sutismo dapat memberikan keputusan dengan segera terkait polemik yang sedang dihadapi.

“Kami minta Camat saat ini juga memberikan keputusan terkait polemik ini,”katanya saat audensi berlangsung.

Senada, Tokoh Masyarakat Desa Jungjang Mashuri juga angkat bicara dan dengan tegas mengatakan, pihaknya mendesak pihak Muspika agar segera mengeluarkan keputusan tentang di berhentikannya kegiatan pembangunan pasar darurat tersebut.

“Kami mendesak Camat Arjawinangun untuk mengeluarkan keputusan akan di berhentikannya kegiatan pembangunan pasar darurat, atau pihak Kecamatan mendukung untuk tetap dilanjutkan menuruti kehendak dan keinginan pihak PT. DUMIB beserta Pemdes dalam hal ini kepala Desa Jungjang,”tegasnya.

Ditengah-tengah audensi berlangsung nampak pihak Kepala Desa yang diwakili sekdes H.Mu’min SAg hadir, namun dari pihak PT. DUMIB tidak juga hadir dalam acara audensi tersebut, hingga audensi dilanjutkan kembali sampai usai ba’da magrib.

Namun Kepala Desa belum juga hadir, hingga akhirnya sepakat membuat berita acara yang tertuang secara tertulis dan di paraf oleh Sekdes Jungjang.

Audensi berlangsung dengan tertib, humanis dan tetap mematuhi serta menggunakan Prokes C-19.