Jika Warga Ketauan Keluyuran Malam Akan Di Isolasi, Ini Jadwalnya

Jika Warga Ketauan Keluyuran Malam Akan Di Isolasi, Ini Jadwalnya

Reporter : Ading Sumardi I Editor : Aji Rosyad

LEBAK – Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid -19 mulai malam ini Sabtu, 10 Juli 2021 akan melakukan operasi Cipta Kondisi di sejumlah titik, di Kota Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Hal tersebut dilakukan, guna menekan penyebaran Covid -19 dan menegaskan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Asda 1 Alkadri menyampaikan himbauan kepada masyarakat agar tidak keluar rumah di malam hari mulai pukul 20.00 Wib, tanggal 10 Hingga 20 Juli 2021.

“Jika ada kebutuhan atau keperluan segera lakukan sebelum jam operasi Cipta Kondisi. Karena akan dilaksanakan operasi Cipta Kondisi dan penegakan hukum Protokol Kesehatan. Itu ada sanksi tegas oleh tim Penegakan Hukum Terpadu yang terdiri dari jajaran Polres, Kejaksaan, Kodim, Pengadilan, Satpol PP, dan Dinkes,”kata Alkadri pada awak media, Sabtu, (10/7/2021).

Ia menegaskan, jika ada warga yang ditemukan keluyuran di atas pukul 20.00 Wib akan dilakukan tes Swab di tempat. Kemudian, jika warga tersebut setelah di tes dinyatakan positif Covid -19, petugas akan langsung membawa warga tersebut dan dilakukan isolasi.

“Jika Positif, akan di bawa dan di tempatkan di tempat yang sudah disiapkan, isolasi selama 14 hari” tegasnya.

Salah satu warga Lebak Miftah menyampaikan pendapatnya, menurutnya kebijakan pemerintah memberlakukan PPKM tersebut sudah tepat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid -19. Namun, kata ia, dengan dibatasinya aktifitas warga itu sangat berdampak kepada ekonomi.

Untuk itu, pihaknya berharap, agar pemerintah juga memikirkan terkait penghidupan masyarakat dalam kehidupan sehari – harinya.

“Ketika ekonomi surut. Tentu untuk makan sehari- hari akan sulit. Untuk itu saya harap pemerintah juga memperhatikan terkait hal itu dan agar memberikan bantuan kepada kami,” katanya.

Senada Dewi menyampaikan kebijakan pemerintah soal PPKM darurat sudah baik untuk antisipasi penyebaran Covid -19, namun, ia meminta pemerintah juga memperhatikan nasib penghidupan warganya. Seperti memberikan bantuan agar selama 20 hari diberlakukannya PPKM, masyarakat tidak bingung mencari penghidupan.

“Tentu penghasilan akan menyurut. Untuk itu, kami meminta kebijakan pemerintah agar juga memberikan bantuan kepada warga. Semoga dengan PPKM darurat wabah ini Covid usai hilang dimuka bumi,”katanya.

Sementara Sumardi, menyampaikan pemberlakuakn pembatasan atau PPKM darurat itu sudah pas dan baik. Sehingga tidak ada warga yang terpapar Covid -19. Apalagi Kabupaten Lebak sudah ditandai menjadi Zona merah.

Pihaknya berharap dan mengajak semua warga khususnya di Lebak untuk bersama- sama berdoa agar wabah Covid -19 ini usai dan hilang.

“Mari kita bersama- sama berdo’a agar wabah goib yang gak keliatan ini musnah hancur lebur dimuka bumi ini. Sehingga kita bisa hidup seperti semula. Amiin aminn,”harapnya.