Jejak Sejarah Desa Pamarayan yang Penuh Heroisme

Jejak Sejarah Desa Pamarayan yang Penuh Heroisme

Oleh : Kusman H. Supriatna I Bersumber : Dari Tradisi Sejarah Lisan Orang Tua Terdahulu

Serang – Sungguh unik dan penuh dengan rahasia yang harus digali generasi muda warga Pamarayan. Ada keunikan tersendiri mengenai asal usul desa pamarayan yang sumber tertulisnya belum diketahui.

Namun sekelumit berita yang sumber tertulisnya dari bahasa asli belanda yang sudah diketemukan transkifnya, banyak menceritakan heroiknya warga pamarayan yang sampai menjadi catatatan khusus sehingga perlu diteladani dan kita belajar dengan semangat heroisme tersebut.

Menurut E. Zaenal Arifin sebagai Pinisepuh Desa Pamarayan, berdirinya Desa Tua ini, bila diteliti secara nama yang mengandung arti Patitisaning Manusa Sajati ( bila dikaitkan dengan Candra Sangkala ).

Artinya, berdirinya desa ini sudah sejak 900 tahun yang lalu sebelum berdirinya Kasultanan Banten yang berdiri abad 15 Masehi, sementara berdirinya Pamarayan sudah ada sejah 9 abad yang lalu jadi perkiraan berdirinya pamarayan sekira ke 12, makanya wajar bila Pendiri Desa Pamarayan Sejaman dengan waktu masih berdirinya Kerajaan Sumedang masa pra islam atau Zaman Prabu Tajimalela.

“Jadi bila dikaitkan dengan pendiri Pamarayan adalah Keturunan Prabu Tajimalela bisa sangat benar karena dari segi zaman atau era persis tidak jauh, jadi kalau pendiri Desa Pamarayan ini keturunan dari Sumedang tidak perlu diperdebatkan karena zamannya yang masih berdekatan.”ujar E. Zaenal Arifin.

Lanjut Zaenal menjelaskan, jika heroisme dan patriotisme warga Pamarayan yang anti Penjajah Belanda sudah menjadi cerita yang membuat jiwa dan semangat generasi muda untuk berjuang demi masa depan. Sebagai penyemangat dari nilai-nilai kejuangan warga pamarayan yang nota bene adalah keturuna pejuang, walapun tidak tercatat secara langsung dalam sejarah local idonesia, tapi di Belada tercatat dengan transkip.

“Itu atas kegigihan Anak Cucu KI Mas Zakaria yang bisa membuat susash tentara colonial belanda, yang kesulitan menangkap pejuang pamarayan tersebut namun anak Ki mas Zakaria yang di kenal dengan nama Ki Mas Jebeng bisa di tangkap dengan tipu muslihat licik sehingga bisa di buang ke Bugis Makasar.”ungkap Zaenal.

foto : Istimewa

era kekinian heroisme tersebut harus digali kembali dan dituangkan serta diimplemantasikan. Tidak hanya jadi kebanggaan dan mengaku-ngaku keturuna pejuang, sementara perjuangan yang kini kita rasakan ternyata lebih berat dari melawan penjajah yaitu membangun bangsa yang cerdas dan bagaimana berjuang menggapai kesejahteraan .

“Sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan terhadap leluhur Pamarayan saya selaku orang tua yangt juga salah satu keturunan Ki Mas Zakaria mengajak kepada generasi muda Pamarayan khusunya dan Banten pada umumnya agar segera bangkit dan bahu membahu membangun Pamarayan dan Banten sehingga semangat karuhun kita tetap membara dan menjadi obor penyemangat generasi muda Pamarayan khusunya dan Banten pada umumnya,”Ujar Zaenal.

foto : istimewa