Hj. Titi : Perjuangan Untuk Pendidikan Bukan Hanya Mendidik, Tapi Juga Terbuka Dalam Pengelolaan Anggaran

Hj. Titi : Perjuangan Untuk Pendidikan Bukan Hanya Mendidik, Tapi Juga Terbuka Dalam Pengelolaan Anggaran

Reporter : Ading Sumardi I Editor : Aji Rosyad

Lebak – Selama kiprahnya di dunia pendidikan, Hj. Titi Samyati, S.Pd.MM saat ini menjabat sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) di SD Negri Citeras 1 Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak Banten, setelah sebelumnya jabatan Kepsek juga pernah dijalaninya di beberapa sekolah di Kabupaten Lebak.

Hj. Titi demikian keseharian sosok Kepsek ini di sapa, sangat peduli terhadap dunia pendidikan, hal ini terbukti dengan bagaimana dia menekankan kepada para guru pengajar di SDN 1 Citeras bahwa seorang guru bukanlah sekedar bisa mengajar, tapi seorang guru harus bisa mendidik siswa layaknya orang tua.

“Seorang guru dituntut untuk bisa mengajar sekaligus mendidik siswa, membentuk karakter siswa menjadi mandiri dan secara mental bisa merasa optimis untuk mengejar cita-cita yang diharapkan oleh siswa itu sendiri” kata Hj. Titi. Rabu (21/07).

Menurutnya, pembentukan karakter siswa dari tingkat dasar sangatlah penting, sebab di masa usia anak memasuki sekolah dasar selama 6 tahun merupakan masa-masa penentu masa depan siswa itu sendiri.

Ditambahkan Hj Titi, bahwa menjadi seorang kepala sekolah itu selain dituntut untuk bisa mengabdikan hidupnya demi keberhasilan siswa-sisawanya dalam meyerap semua materi yang di berikan para wali murid, juga dituntut untuk bisa mengayomi spara dewan guru beserta staf di sekolahnya.

“Saling terbuka dan selalu mengambil langkah musyawarah untuk mengambil sebuah keputusan” katanya menjelaskan.

Hal ini dibenarkan Rita Mulyati, S.Pd.SD, staf Tata Usaha di SDN 1 Citeras yang mana menurut Rita, semenjak Hj. Titi menjabat sebagai Kepsek di SDN 1 Citeras 4 bulan yang lalu, keterbukaan menjadi sebuah sistem yang sangat ditekankan oleh Hj. Titi.

“Ibu Kepala (Hj. Titi red ) semenjak menjadi kepsek di SDN 1 Citeras sangat menekankan kepada para staf untuk saling terbuka, baik dalam pengelolaan anggaran, juga selalu melakukan musyawarah ketika akan mengambil sebuah keputusan” Terang Rita.