Gampar Akan Aksi ke Dindik dan DPRD Lebak

Gampar Akan Aksi ke Dindik dan DPRD Lebak

Reporter : Ading Sumardi I Editor : Aji Rosyad I Sumber : Yudi

LEBAK – Aliansi Gerakan Moral Penyelamat Anggaran Rakyat (GAMPAR) Banten dalam waktu dekat ini menjadwalkan aksi keperihatinan yang akan di gelar di depan kantor dinas pendidikan kabupaten lebak dan kantor DPRD lebak.

Hal ini di lakukan GAMPAR Banten terkait beberapa poin kebijakan yang di ambil pemerintah pusat maupun daerah seiring adanya pandemi covid -19.

Dalam keterangan tertulisnya, GAMPAR Banten yang dimotori Agustian S. Kom mengatakan, ada beberapa poin yang harus di kritisi, diantaranya, Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) yang dilakukan secara daring.

Selain itu, ada anggaran yang patut di pertanyakan terkait proses KBM yang dilaksanakan secara daring, yaitu anggaran yang di alokasikan untuk pulsa siswa selama menjalankan KBM.

“Kita menduga adanya manipulasi data yang dilakukan oleh pihak sekolah selama kegiatan KBM dilakukan secara daring” ujar agustian. Sabtu (26/06)

Dugaan yang disebutkan oleh pentolan GAMPAR Banten ini tentu sangat mendasar ketika anggaran untuk pulsa siswa selama KBM secara daring terus berlanjut, mengingat wilayah di Kabupaten Lebak masih banyak yang belum terjangkau oleh signal seluler.

“Bagaimana mau efektip siswa menyerap materi yang diberikan oleh guru ? Wong siswa nya saja banyak yang ga mengerti cara menggunakan Smart Phone” katanya.

“Coba lihat daerah Kecamatan Cibeber, juga beberapa kecamatan di wilayah di pelosok kabupaten lebak, saya yakin ga ada itu yang namanya KBM daring” lanjut Agus menjelaskan.

“Jadi kita menduga kuat Anggaran BOS sekolah juga akhirnya hanya menjadi ajang bancakan” tandasnya.

Hal ini dibenarkan oleh Sekretaris Jendral Barisan Rakyat Lawan Korupsi Indonesia (BARALAK) Indra Montel Lugay.

Menurut Montel, bahwa benang merah KBM secara Daring ini akhirnya akan berujung kepada bagaimana pihak- pihak terkait akan di untungkan oleh adanya pandemi covid -19.

“Jadi bukannya siswa sekolah jadi pintar, ini malah terjadi pembodohan publik, tentu sangat bertentangan dengan motto “Lebak Pintar” kata Montel.

“Jadi sudah sepatutnya kita sebagai Aktivis untuk mengkritisi persoalan ini” lanjutnya.