Dugaan Penyerobotan Tanah SDN 1 Pabuaran Semakin Jelas, Sejumlah Pejabat Lebak Turun Kelokasi dan Eksekusi

Dugaan Penyerobotan Tanah SDN 1 Pabuaran Semakin Jelas, Sejumlah Pejabat Lebak Turun Kelokasi dan Eksekusi

Reporter : Ading Sumardi I Editor : Aji Rosyad

LEBAK – Dugaan penyerobotan tanah milik negara yang dipakai SDN 1 Paburan, Desa Pabuaran, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, semakin jelas. Sejumlah pejabat Lebak turun tangan pastikan tanah yang di duga diserobot oknum Calo tersebut kembali kesemula. Pihaknya juga melakukan pematokan dan memasangan pelang di tanah milik aset daerah tersebut.

Sejumlah pejabat Kabupaten Lebak mulai dari Plt Kepala BPKAD, Kejaksaan Negeri Lebak, Inspektorat Lebak, Kepala Bagian Hukum Pemda Lebak, Kepala Dinas Pendidikan melalui Kasi Bagian Aset Daerah, BPN, Kepala Desa, Babinsa, Polsek dan Satpol PP, turun ke lokasi melakukan pemasangan pelang di tanah milik sekolah SDN 1 Pabuaran yang diduga keserobot itu.

“Kurang lebih, tanah milik sekolah yang diduga keserobot itu sekitar 32 meter dan lebar 4 meter, panjang 8 meter. Saat ini akan di eksekusi. Menurut dari akta tanah itu kan lurus, tapi oknum yang mengklaim katanya itu berbentuk L, makanya kita luruskan lagi sesuai Akta Tanah milik Sekolah, dilimpahkan ke dinas terkait agar diluruskan kembali ke sediakala,”kata Kepala SDN 1 Pabuaran Hj. Nurwati pada awak media. Sabtu, (31/7/2021).

Plt kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lebak Halson Nainggolan menegaskan, bahwa pada tanggal 29 Juli 2021 pihaknya melakukan pematokan dan pemasangan pelang di batas tanah milik daerah yang ada di SDN 1 Pabuaran ini.

“Sebelumnya ada laporan ke kita, bahwa ada pihak lain yang membuat pondasi masuk ketanah kita, tentu sebagai aparat negara kita harus mengamankan tanah milik negara. Untuk itu, kami Selasa kemarin telah melakukan rapat internal dengan Kejaksaan Negeri Lebak, Satpol PP dan dinas pendidikan, dan hari ini Kamis 29 Juli 2021 diaksanakan eksekusi,”katanya.

Pemasangan patok tersebut, kata Halson, pihaknya memastikan bahwa tanah itu adalah tanah milik Sekolah SDN 1 Pabuaran, dan itu sudah di jalurnya. Pihaknya mengaku tidak mungkin melakukan pematokan jika itu tanah orang lain.

“Nanti kalau ada pihak yang merasa di rugikan, kita persilahkan untuk menempu jalur hukum. Nanti kita akan adu bukti. Jadi kalau yang membangun pendasi itu merasa dirugikan silahkan tempu jalur hukum,”tegas Halson.

Hingga berita ini diterbitkan, Awak media masih berupaya konfirmasi kepada pihak- pihak terkait.